,

Jalan Trans Papua Tersambung, Waktu Tempuh Nabire–Manokwari Kini Hanya 14 Jam

oleh -666 Dilihat

News Manokwari — Jalan Trans Papua kembali menunjukkan kemajuan dengan rampungnya pembangunan ruas Kwatisore–Kampung Muri di Provinsi Papua Tengah. Proyek strategis yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk ini menjadi bagian penting dalam membuka akses transportasi darat di wilayah timur Indonesia.

Waskita Karya Buka Akses Jalan di Papua, Nabire-Manokwari Cuma 14 Jam
Jalan Trans Papua Tersambung, Waktu Tempuh Nabire–Manokwari Kini Hanya 14 Jam

Dengan tersambungnya ruas tersebut, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan terpencil Papua semakin mudah, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek ini berhasil memangkas waktu tempuh antara Nabire dan Manokwari dari sebelumnya 36 jam menjadi hanya 14 jam.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp138,2 miliar tersebut mulai beroperasi sejak 2024 dan kini telah memberikan dampak signifikan bagi mobilitas masyarakat, logistik, dan kegiatan ekonomi lintas provinsi.

Baca Juga : Waskita Kembali Garap Proyek Jalan di IKN, Kantongi Nilai Kontrak Rp1,9 Triliun

“Pembangunan ruas Kwatisore–Kampung Muri menjadi bukti nyata komitmen Waskita Karya dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya di wilayah timur. Kini masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih singkat, aman, dan nyaman,” ujar Ermy dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Percepat Pertumbuhan Ekonomi dan Distribusi Logistik

Jalan Kwatisore–Muri merupakan bagian strategis dari koridor Trans Papua yang menghubungkan Papua Tengah dan Papua Barat. Dengan terhubungnya ruas jalan ini, arus distribusi barang dan jasa antarwilayah diperkirakan meningkat pesat, sekaligus menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi kendala utama pembangunan di kawasan tersebut.

“Sebelumnya, pengiriman bahan kebutuhan pokok dan hasil bumi membutuhkan waktu hingga dua hari lebih. Kini, perjalanan darat bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 15 jam. Dampaknya sangat besar bagi efisiensi biaya transportasi dan pemerataan ekonomi,” jelas Ermy.

Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan

Ermy menambahkan, dalam pengerjaannya. Waskita Karya menerapkan standar tinggi pada kualitas konstruksi untuk memastikan ketahanan jalan terhadap kondisi geografis Papua yang kompleks. Proyek ini juga memperhatikan aspek lingkungan. Termasuk sistem drainase dan perlindungan terhadap area konservasi di sekitar jalur pembangunan.

“Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Wujud Pemerataan Pembangunan di Timur Indonesia

Penyelesaian ruas Kwatisore–Muri menandai langkah penting pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia. Jalan Trans Papua diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi baru yang menghubungkan pusat-pusat produksi, distribusi, dan layanan publik di wilayah pedalaman.

“Infrastruktur adalah kunci pemerataan. Dengan konektivitas yang semakin baik, kita berharap sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata di Papua dapat berkembang pesat,” tutup Ermy.

Dengan selesainya proyek ini, masyarakat kini dapat menikmati perjalanan darat Nabire–Manokwari yang jauh lebih cepat, efisien, dan aman.  Sebuah langkah maju dalam memperkuat integrasi ekonomi dan sosial di Tanah Papua.

BRIMO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.